Implementasi Investasi Rusia Perlu Dipercepat

Closing SKB RI-Rusia di Moskow

Implementasi Investasi Rusia Perlu Dipercepat

- detikNews
Selasa, 09 Des 2008 23:09 WIB
Implementasi Investasi Rusia Perlu Dipercepat
Moskow-Den Haag - Implementasi investasi Rusia di Indonesia perlu dipercepat agar kedua belah pihak dapat memetik manfaat lebih cepat, seperti rencana investasi Rusia dalam bidang teh dan kopi.

Hal itu disampaikan Dubes RI untuk Rusia Hamid Awaludin seusai penutupan Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-5 RI-Rusia di Moskow petang ini, Selasa (9/12/2008), seperti disampaikan Korfungsi Pensosbud M. Aji Surya langsung dari Moskow kepada koresponden detikcom Eddi Santosa di Den Haag.

Selain itu, tambah Hamid, kedatangan wisatawan Rusia di masa-masa mendatang akan disambut dengan antusias bangsa Indonesia, termasuk rencana adanya konsul honorer Rusia di Bali. "Kerjasama bidang ekonomi tersebut dapat mereduksi dampak buruk krisis finansial internasional," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

60 Tahun RI-Rusia

Ketua Delegasi Rusia Anatoly lvanovich Yarochkin kembali membuat catatan perlunya peningkatan kerjasama di bidang kebudayaan melalui peringatan bersama 60 tahun hubungan diplomatik RI-Rusia.

Momentum penting ini akan dijadikan batu loncatan bagi kerjasama yang lebih erat di bidang-bidang lainnya seperti pembangunan galangan kapal dan energi nuklir. "Rusia antusias untuk pelaksanaan perayaan bersama tersebut," ujar Yarochkin.

Dalam SKB ke-5 ini juga disepakati bahwa hubungan kedua bangsa masih terkendala tidak adanya penerbangan langsung. Oleh karenanya di tahun 2009 ditargetkan maskapai penerbangan Rusia bisa menerbangi Jakarta atau Bali. Maskapai Garuda Indonesia saat ini sedang menjajagi kerjasama dengan beberapa perusahaan Rusia untuk bisa melakukan joint commercial flights.

Apabila masih terdapat kendala berarti maka hal tersebut akan menjadi tugas Indonesia-Russia Business Council, yang akan diresmikan keberadaanya tahun depan. Lembaga ini merupakan penghubung kegiatan bisnis sekaligus dapat memberikan bantuan advis penyelesaian masalah.

SKB kali ini diikuti 51 peserta dari Indonesia dan 31 dari Rusia. SKB berikutnya akan dilaksanakan di Indonesia untuk mengevaluasi pekembangan implementasi target yang dipatok di Moskow. Tempat dan waktu akan ditentukan kemudian.

"Begitu tiba di Jakarta, kami segera diskusikan di pulau mana kita tahun depan akan bertemu, sebab kita memiliki 17 ribu pulau," ujar Ketua Delegasi RI Retno LP Marsudi yang disambut riuh hadirin.

(es/es)


Berita Terkait