Hal tersebut diungkapkan Sekjen Jaringan Nusantara Andi Arief kepada detikcom, Selasa (9/12/2008). Jaringan Nusantara adalah salah satu organisasi pendukung SBY.
"Memang oposisi harus kritis. Tetapi terhadap perubahan yang mengarah pada berkurangnya beban rakyat tidak boleh dicemooh apalagi semata-mata dilihat secara kacamata kuda sekedar kepentingan pemilu 2009," kata Andi Arief.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya agak khawatir dengan cara PDIP menyikapi penurunan harga BBM dan pemberantasan korupsi oleh pemerintahan SBY-JK. Ada semacam ketidaknyamanan yang mendalam setelah dua hal tersebut muncul. Seakan-akan ini pukulan berat dan menutup masa depan PDIP," ujar Andi.
Andi juga tidak sependapat bahwa pemberantasan korupsi hanya sekadar alat untuk mendongkrak popularitas SBY. Menurut Andi, SBY tidak pernah menggunakan pemberantasan politik sebagai alat politik.
"SBY tahu bahwa korupsi adalah salah satu penyebab gagalnya pembangunan selama ini. SBY tidak menggunakan perangkat hukum pemberantasan korupsi untuk memberangus lawan politiknya," tukas Andi.
PDIP memposisikan diri sebagai partai oposisi terhadap pemerintah. Terkait hal itu, PDIP kerap melontarkan kritik terhadap berbagai kebijakan yang dibuat oleh pemerintah SBY. Kebijakan mengenai pemberantasan korupsi misalnya. PDIP menilai hal tersebut dilakukan pemerintah SBY hanya sekadar untuk menutupi amburadulnya perekonomian nasional.
(djo/asy)










































