Ritual yang digelar untuk memeringati Hari Antikorupsi yang jatuh pada hari ini tersebut berpusat di Kawasan Tugu Muda Semarang, Selasa (9/12/2008).
Dalam aksinya, para seniman bertelanjang dada dan bercelana hitam. Mereka menggunakan merang, bunga, dupa, bibit pohon, dan lampu minyak sebagai medium ritual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bowo Kajangan, sang pemimpin ritual, komat-kamit membaca mantra dalama Bahasa Jawa. Sementara seniman lain, mengibas-ibaskan air ke sekeliling.
Adegan selanjutnya, baliho sederhana yang bertuliskan kasus-kasus korupsi di Semarang, dibakar. Saat api mulai mengecil, beberapa seniman menyemburkan minyak tanah ke baliho tersebut.
Di akhir ritual, para seniman menceburkan diri ke kolam di sekliling Tugu Muda. Hal itu merupakan simbolisasi penyucian diri terhadap nafsu korupsi.
Tak ada satupun polisi yang mengawal ritual tersebut. Aksi di bawah mendung yang menggelayut itu berakhir sekitar pukul 10.00 WIB. (try/djo)











































