"Sebagian besar surau di Padang Pariaman baru akan melaksanakan shalat Idul Adha besok," ujar Bachtiar (74), warga keluarahan Sungai Sarik, Padang Pariaman ketika dihubungi detikcom, Selasa (9/12/2008).
Tidak hanya dalam merayakan Idul Adha, Ramadhan lalu pengikut tarekat Sattariyah juga terlambat memulai puasa dua hari dari jadwal yang ditetapkan pemerintah dan terlambat melaksanakan shalat Idul Fitri satu hari dari jadwal resmi pemerintah.
Pengikut Sattariyah Padang Idul Adha Hari Ini
Meski sama-sama penganut aliran Tarekat Sattariyah dengan pengikut Syech Burhanuddin di Ulakan, Padang Pariaman, jamaah Sattariyah di Koto Tangah, Padang justru merayakan Idul Adha hari ini, Selasa (9/122008).
Afriyono (30), ustad Mushala Darul Fallah Simpang Kalumpang, Kelurahan Lubuk Buaya, Koto Tangah, Padang, salah satu musala Sattariyah, mengatakan puluhan pengikut aliran Sattariyah di Koto Tangah Padang menggelar Shalat Idul Adha di Mushala Darul Fallah pagi tadi dan dilanjutkan dengan pemotongan hewan kurban.
"Berdasarkan perhitungan kalender hijriyah hari raya Idul Adha jatuhnya hari ini. Kami lakukan perhitungan sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW," katanya.
Aliran Naqsabandiyah Idul Adha Sabtu
Β
Bila pengikut Sattariyah melaksanakan Shalat Id terlambat satu dan dua hari, sekitar 1.000 orang jamaah tarikat Naqsabandiyah di Sumatera Barat justru sudah merayakan Idul Adha pada Sabtu (6/12/2008). Jadwal itu dua hari lebih cepat dari jatuhnya Idul Adha yang ditetapkan pemerintah, yakni Senin (8/12/2008).
Salah satu surau Naqsabandiyah yang melaksanakan Shalat Idul Adha pada Sabtu (6/12/2008) yakni Surau Baru, di Kelurahan Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Sekitar 40 jamaah yang sebagian besar perempuan lanjut usia salat dipimpin Imam Kilan. Sedangkan khatib Badar menyampaikan khutbah dalam bahasa Arab.
Surau Naqsabandiyah lainnya di kecamatan Pauh yakni surau Baitul Makmur yang terletak sekitar 300 meter dari Surau Baru. Di surau itu terdapat sekitar 50 jemaah Naqsabandiyah yang sebagian besarnya laki-laki.
Selain di Pauh, jamaah tarikat Naqsabandiyah di Kota Padang juga memiliki 8 surau lainnya yang terletak di Bandar Buat dan Lubuk Kilangan. Di kabupaten lain surau pengikut aliran ini terdapat di Pasaman, Limapuluh Kota, dan Solok.
(yon/djo)











































