"Mereka mengaku sudah menemukan Tami tapi belum mau memberitahu sebelum keluarga mentransfer sejumlah uang," kata Lukas, paman tami di rumahnya keluarga Tami, Jl Vanda No 28 Rt 014/05, Jatibening 1, Bekasi, Selasa (9/12/2008).
Selain meminta transfer uang, ada juga penelepon yang mengaku melihat Tami menjadi korban penganiayaan. Hal itu, kata Lukas, membuat ibunda Tami makin stres.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lukas mengatakan, hari ini saja, sudah ada 70 orang yang menelpon ke rumah keluarga Tami. Penelepon mengaku dari berbagai daerah di Indonesia.
"Ada yang bilang dari Aceh, Bandung, hingga Toli-toli. Sepertinya ada yang mencoba memanfaatkan," katanya.
Kaburnya Tami kini sudah ditangani Polsek Pondok Gede. Namun hingga kini, keberadaan siswi SMA Angkasa itu belum juga diketahui.
Keluarga menduga, Tami kabur bersama pacarnya, Putra karena merasa dikekang oleh keluarganya. Putra adalah mahasiswa semester 3 Institut Bisnis Indonesia (IBI) jurusan Akuntansi.
Saat kabur, Tami mengendarai sepeda motor honda Vario berwarna merah dan membawa sekitar 200 gram perhiasan emas milik ibunya.Data diri orang hilang : (ken/iy)











































