"Ibunya syok banget, sering pingsan-pingsan," kata Lukas, paman Tami saat berbincang dengan detikcom, Selasa (9/12/2008).
Kesedihan ibunda Tami bertambah dengan banyaknya telepon yang menceritakan soal Tami. "Banyak telepon yang ngomong berbagai versi. Itu bikin ibunya makin stres," lanjut Lukas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga menduga, Tami kabur bersama pacarnya, Putra karena merasa dikekang oleh keluarganya. Putra adalah mahasiswa semester 3 Institut Bisnis Indonesia (IBI) jurusan Akuntansi.
Saat kabur, Tami mengendarai sepeda motor honda Vario berwarna merah dan membawa sekitar 200 gram perhiasan emas milik ibunya.
"Ibunya bukan sedih soal perhiasannya, tapi anaknya yang nggak pulang-pulang," ujar Lukas. (ken/iy)











































