Pasca Wukuf di Arafah, 30 Jamaah Haji Meninggal

Laporan Haji

Pasca Wukuf di Arafah, 30 Jamaah Haji Meninggal

- detikNews
Selasa, 09 Des 2008 06:30 WIB
Pasca Wukuf di Arafah, 30 Jamaah Haji Meninggal
Mina - Setelah prosesi puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, jamaah haji yang meninggal dunia bertambah 30 orang. Mayoritas jamaah meninggal karena penyakit jantung atau penyakit bawaan yang kambuh karena perjalanan jauh.

Data sistem koordinasi haji terpadu (siskohat) pada tanggal 6 Desember 2008 pukul 24.00 Waktu Arab Saudi (WAS), 111 jamaah haji dinyatakan meninggal. Namun, pada Senin (8/12/2008) pukul 20.00 WAS Siskohat telah mencatat 141 jamaah dinyatakan meningal dunia.
 
Menurut salah seorang dokter kesehatan yang tidak mau disebutkan namanya, para jamaah yang wafat pasca ibadah wukuf di Arafah ini kebanyakan disebakan penyakit jantung dan penyakit bawaan dari tanah air yang kambuh akibat perjalanan berat di Armina.
 
Merespon hal ini Menteri Agama Maftuh Basyuni berjanji akan mengevaluasi lagi sistem pengiriman jamaah haji Indonesia yang sudah tidak sehat. Hal ini agar jamaah yang dikirim ke tanah suci benar-benar sehat, dan dapat beribadah dengan maksimal.
 
"Saya kira sejak dari awal kita harus selektif dalam menentukan jamaah. Tahun depan saya akan beranikan diri untuk mengatakan calon jamaah yang begini (sakit tertentu) tidak boleh," kata Maftuh di sela-sela mabit di Mina, Senin.

"Tidak seperti sekarang, yang sejak dari Jakarta sudah pakai kursi roda bahkan ada yang dibawa ambulan," imbuh dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Maftuh, meski mayoritas jamaah yang meninggal dunia itu berusia lanjut, Depag tidak akan melakukan pembatasan umur untuk berhaji. Hanya saja akan dibuat kriteria kesehatan secara tegas mengenai siapa saja yang boleh berangkat dan tidak.
 
"Kalau Qatar itu membatasai umur 60 tahun tidak boleh berangkat. Kalau saya tidak. Saya umur 60 tahun lebih masih sehat kok. Hanya saja perlu ada kriteria yang tegas. Orang yang sakit itu kan sudah tergolong tidak mampu," jelas Maftuh.
 
Saat diatanya mengenai antisipasi agar tidak semakin banyak jamaah haji Indonesia yang meninggal setelah prosesi Armina, Maftuh meminta tim kesehatan untuk lebih maksimal melayani jamaah haji.
 
"Kalau soal itu, kebetulan itu wewenang dari tim kesehatan. Kalau soal sederhananya itu ya karena takdir. Mati kita tidak bisa menolak. Karena itu takdir. Walau di dalam bunker sekalipun, kalau sudah saatnya, mati juga, tidak bisa di tolak,"jawab Maftuh.
 
Saat ini jamaah haji Indonesia sudah memasuki Mina sejak pukul 00.00 WAS kemarin malam. Para jamaah haji yang meninggalkan Padang Arafah setelah magrib langsung menuju Muzdalifah pada Minggu 7 Desember 2008 malam untuk mabit. Setelah Senin 8 Desember 2008 pukul 00.00 WAS para jamaah langsung diangkut menuju Mina untuk melempar jumrah aqobah.
 
Rencananya jamaah haji Indonesia yang berjumlah sekitar 210 orang akan berada di Mina selama 3 hari sampai tanggal 11 Desember 2008, untuk melakukan prosesi melempar jumroh ula wusto aqobah.
(yid/nwk)


Berita Terkait