Demkian antara lain hasil pembicaraan intens antara Ketua Delegasi Indonesia, Direktur Jenderal Amerika dann Eropa Deplu Retno L.P. Marsudi bersama Dubes Hamid Awaludin dan Sekjen Budpar dengan Ketua Biro Federal Pariwisata Rusia Anatoly Yarochkin dalam Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia-Rusia hari ini, Senin (8/12/2008).
Kerjasama pariwisata dan upaya mendekatkan kembali kedua bangsa yang sempat terasing satu sama lain menjadi topik utama pembicaraan. Kedua belah pihak sepakat, gap hubungan yang pernah terjadi selama kurun waktu lebih dari 30 tahun selama Orde Baru harus segera ditutup melalui mekanisme people-to-people contact.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua negara sepakat akan menyelenggarakan pameran kebudayaan Rusia di Indonesia dan promosi pariwisata Indonesia di Rusia, sekaligus dalam rangka memperingati hubungan diplomatik kedua negara.
Anatoly Yarochkin berpendapat bahwa masih banyak orang Rusia yang belum mengenal Indonesia, begitu juga sebaliknya. Untuk itu Yarochkin mengusulkan adanya suatu joint cultural activities di kedua belah pihak.
Disepakati, pemerintah Rusia akan mengadakan Russian Day di Indonesia (Jakarta, Jogjakarta dan Bali) pada tahun 2009. Di sisi lain, akan ada Indonesian Day minimal di Moskow dan St. Petersburg pada tahun berikutnya.
Semakin Kuat
Dirjen Amerop Deplu Retno L.P. Parsudi menyambut dengan antusias rencana bersama tersebut yang dinilai dapat mengeratkan hubungan kedua bangsa. Saat ini semangat untuk menciptakan kebersamaan antara keduanya semakin menguat, yang termanifestasikan dalam bidang perdagangan, investasi dan pariwisata.
“Rusia Baru jelas merupakan salah satu target utama kerjasama Indonesia,” ujar Retno tegas.
Menurut Retno, aneka kegiatan kebudayaan Indonesia di Rusia akan ditepatkan waktunya dengan momentum ulang tahun hubungan diplomatik kedua negara ke-60 yang jatuh tahun 2010.
“Deplu, Budpar bersama KBRI Moskow akan bergandengan tangan dalam merancang kegiatan promosi akbar di berbagai kota di Rusia. Sedangkan tahun 2009 kita pakai untuk warming up,” tambahnya.
Sementara itu Sekjen Budpar Wardiyatmo mengatakan bahwa salah satu dampak positif dari kerjasama ini adalah maraknya turis Rusia ke Indonesia di masa mendatang. Catatan tidak resmi menyebutkan bahwa sampai dengan Desember 2008 terdapat lebih dari 50 ribu turis Rusia datang ke Bali, atau meningkat 34% dibanding tahun sebelumnya.
"Jika penerbangan langsung bisa terlaksana tahun depan, tidak mustahil jumlah itu bisa melonjak minimal dua kali lipat," kata Wardiyatmo.
Sekadar catatan, di bidang kebudayaan dan pendidikan, KBRI Moskow saat ini sedang menggalakkan kerjasama antaruniversitas. Universitas Negeri Politeknik St. Peterseburg segera bekerjasama dengan UI, ITB dan UGM. Sedangkan universitas teknik terbaik di Rusia, Bauman, siap menerima 5 mahasiswa Indonesia melalui mekanisme beasiswa dan RUDN membidik Unpad Bandung.
Selain itu, kota St. Petersburg juga sangat antusias menjalin kerjasama sister city dengan Jogjakarta. (es/es)











































