Razia dilakukan petugas sekitar pukul 20.00 WIB, Minggu (7/12/2008). Saat itu, pedagang tengah ramai memarkir gerobak dagangannya. Namun tanpa disangka, tiba-tiba saja belasan petugas datang dan langsung main angkut.
Di tengah suasana yang kalang kabut, seorang penjual Sate Padang pun tampak, lari terbirit-birit menyelamatkan gerobaknya. Tapi sial bagi dia dan kawan-kawannya lain, mereka harus merelakan gerobaknya yang diambil secara paksa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sate Padang yang menjadi sumber pendapatannya pun terlihat berserakan di jalan. Warga Bekasi yang biasa mangkal di Pasar Tanah Abang ini, mengaku rugi jutaan rupiah akibat peristiwa tersebut.
"Harganya (gerobak-red) kira-kira Rp 3 juta-an. Saya nggak tahu mau diapakan dagangan saya ini," tuturnya pilu.
Nasib yang serupa juga dialami oleh Roni, penjual minuman dan rokok. Gerobak dan seluruh dagangannya senilai Rp 1 juta ludes diangkut petugas.
Para pedagang yang diangkut gerobaknya tidak melakukan perlawanan. Mereka hanya pasrah saat sumber rezeki mereka diangkut.
"Kita sudah peringatkan berkali-kali. Namun mereka tidak pernah mengindahkannya," kata komandan Unit Satpol PP Sudin Jakarta Pusat, Sulaeman kepada detikcom.
Sulaeman mengaku sudah bosan memperingatkan PKL yang sering berjualan di kawasan tersebut. Papan pengumuman yang melarang pedagang untuk berjualan di tempat tersebut, hanya menjadi hiasan saja bagi para pedagang. (mei/ndr)











































