Juru bicara KBRI Kuala Lumpur Eka A Suripto menjelaskan, perwakilan RI di Kuala Lumpur telah memastikan kebenaran informasi tersebut dan sedang mengurusi surat-surat administrasi yang diperlukan.
"Tadi malam dua orang petugas dari KBRI sudah mengecek ke Rumah Sakit Kuala Lumpur. Dan sudah dapat dipastikan juga dari keterangan majikannya," ujar Eka kepada detikcom, Minggu (7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Suaenah, diketahui dua orang pembantu asal Indonesia lainnya turut menjadi korban tanah longsor itu. Namun keduanya tidak meninggal dunia dan hanya mengelami cedera.
Saat ini, selain mempersiapkan surat kematian dan dokumen keimigrasian lainnya, KBRI Kuala Lumpur sedang berkoordinasi dengan majikan dan pihak PJTKI mengenai pemulangan jenazah ke Indonesia.
Kawasan perumahan mewah Taman Bukit Mewah, Bukit Antarabangsa tersebut mengalami longsor pada Sabtu 6 Desember 2008 pukul 04.00 waktu setempat atau 03.00 WIB. Dalam peristiwa itu, 14 bungalow mewah hancur tertimbun tanah serta menyebabkan 4 orang meninggal, 14 cedera, dan satu orang hilang.
Musibah tanah longsor itu menarik perhatian pemerintah Malaysia dan media massa setempat. Perdana Menteri Malaysia Abdullah Ahmad Badawi, Wakil PM Najib Tun Razak, Kepala Polisi Malaysia Musa Hassan, dan Menteri Besar (Gubernur) Selangor Khalid Ibrahim bahkan melihat langsung ke lokasi kejadian. (rmd/ndr)










































