Lima gadis Bali ini mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai, pukul 12.15 Wita dengan pesawat Singapore Airlines. Kelima gadis ini tampak kelelahan setelah menempuh perjalanan Mumbai-Kuala Lumpur- Bali.
Mereka adalah Anak Agung Komang Triastina, I Gusti Ayu Putu Sri Rahayu, Anak Agung Komang Tri Astina, Ni Kadek Edi Damayanti, dan Ni Luh Gede Mahendrayani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana haru dan bahagia nenyelimut pertemuan tersebut. "Tak ada kata terucap selain wujud syukur dan setelah lolos dari maut. Keluarga senang anak kami pulang dengan selamat," kata AA Kade Wijaya, orang tua Triastina.
Di Mumbai, mereka bekerja sebagai karyawan Therapist Spa Oberoi Hotel Mumbai. Selama bekerja di India, mereka menjalani kontrak selama satu tahun dengan gaji sekitar US 800 dolar per bulan. Triastina menceritakan serangan yang diawali ledakan muncul saat menikmati makan malam. Selama 36 jam mereka terkurung di kamar 1025 dengan hanya berbekal air dan makanan kecil. (/gah)











































