Puncak Wukuf, Doa dan Zikir Bergema di Arafah

Laporan dari Arab Saudi

Puncak Wukuf, Doa dan Zikir Bergema di Arafah

- detikNews
Minggu, 07 Des 2008 16:17 WIB
Puncak Wukuf, Doa dan Zikir Bergema di Arafah
Makkah - Menjelang dhuhur, jutaan jamaah haji yang sedang berkumpul di Padang Arafah melakukan zikir dan berdoa. Inilah puncak haji, karena haji sebenarnya adalah wukuf di Arafah. Di berbagai tenda, dilakukan khutbah dan doa bersama.

Di tenda yang dijadikan masjid darurat di Misi Haji Indonesia, juga digelar acara yang sama. Sekitar pukul 11.00 Waktu Arab Saudi (WAS), Minggu (7/12/2008), acara wukuf di tenda Wisma Haji Indonesia dimulai dengan pembacaan Al Quran.

Setelah itu, Dubes RI untuk Arab Saudi Salim Segaf Al Djufri memberikan sambutan dan dilanjutkan dengan pidato dari Menteri Agama yang juga Amirul Haj Maftuh Basyuni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara dilanjutkan dengan khutbah wukuf yang disampaikan Ketua MUI yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) KH Makruf Amin. Seperti dilaporkan wartawan detikcom Muhammad Nur Hayid dari Padang Arafah, khutbah yang disampaikan Makruf Amin berjudul 'Sabar dan Syukur, Media Mengenal Diri dan Tuhan'.

Hingga pukul 12.06 WAS, Makruf Amin masih menyampaikan khutbah wukufnya. Setelah khutbah selesai, acara akan diisi dengan doa yang dipimpin oleh drs Basri Bermanda. Acara akan ditutup dengan salat dhuhur. Setelah itu, jamaah akan melakukan zikir sendiri-sendiri.

Acara wukuf di tenda Wisma Haji Indonesia ini diikuti oleh para petugas haji Indonesia dan sejumlah jamaah haji Indonesia. Suasana di Arafah tampak terik, Matahari menyinarkan sinarnya dengan terang.

Di tenda-tenda lain, baik di tenda para jamaah haji dari Indonesia maupun negara lain juga dilakukan acara yang sama. Mereka bersama-sama berdoa dan berzikir. Khutbah, doa, dan zikir menggema di Arafah nan luas. Suara talbiyah, 'Labbaikallahumma Labbaik, Innalhamda Wanni'mata Laka Walmulk, Laa Syarikalaka Labbaik' juga menggaung.

Para jamaah haji akan berada di Arafah hingga sore hari. Menjelang Matahari terbenam, para jamaah haji harus bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam). (yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads