Menag Sebut Nama Obama di Arafah dan Serukan Persatuan

Laporan dari Arab Saudi

Menag Sebut Nama Obama di Arafah dan Serukan Persatuan

- detikNews
Minggu, 07 Des 2008 15:31 WIB
 Menag Sebut Nama Obama di Arafah dan Serukan Persatuan
Makkah - Menteri Agama Maftuh Basyuni menyerukan kepada semua elemen bangsa untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah berbagai gejolak akibat krisis global dan situasi menjelang pemilu 2009. Komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan ini sangat penting mengingat berbagai usaha mengganggu integritas NKRI terus dilakukan oleh
orang-orang yang tak menginginkan Indonesia besar.

"Kita harus bersyukur berkat rahmat Allah, NKRI sampai hari ini masih utuh. Mudah-mudahan hingga akhir zaman. Suhu politik menjelang pemilu makin terasa meningkat, bila tidak disikapi secara arif dan bijaksana, maka akan menimbulkan banyak persoalan dan mudah sekali menyulut konflik," kata M. Maftuh Basyuni dalam pidato
wukuf haji 1429 H di Arafah, Minggu (7/12/2008).

Oleh karena itulah, Maftuh menyerukan kepada segenap masyarakat Indonesia, baik yang sedang menjalankan ibadah haji di tanah suci maupun yang berada di tanah air untuk meneguhkan tekad memelihara persatuan dan kesatuan bangsa. Pemilu hanyalah proses politik dan cara bersama yang disepakati untuk memakmurkan rakyat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemilu hanyalah sebuah proses dan jalan untuk memakmurkan dan mensejahterakan rakyat, maka sangatlah naif bila kita terjebak dalam kemelut proses yang berkepanjangan, sementara tujuan yang sebenarnya terlupakan," ingat Maftuh yang bertindak sebagai Amirul Haj ini.

Maftuh juga mengingatkan bahwa proses Pemilu hanyalah jalan untuk menyalurkan berbagai aspirasi dalam rangka membangun bangsa. Karena itu, sikap legowo dari semua kompetitor pemilu harus selalu dijunjung tinggi ketika proses itu telah selesai. Dengan cara itulah, perdamaian dan kemajuan bangsa akan tercapai.

"Marilah kita bersikap jantan, yakni siap menang dan siap kalah. Bagi pemenang, tidak boleh membusungkan dada, congkak dan takabur. Sebaliknya bagi yang kalah harus legowo menerima kekalahan. Obama dan McCain merupakan pribadi yang sangat baik untuk dicontoh," kata dia.

Pesan tentang pentingnya menggalang persaudaraan, lanjut Maftuh, pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW pada saat khutbatul wada' 15 abad yang lalu. Semangat persaudaraan itu pula yang telah menggerakkan kaum Muslimin di Madinah, yang dikenal dengan julukan al-Anshar, untuk menyambut dan menerima dengan hangat kedatangan kaum Muhajirin yang terusir dari Makkah.

Selain menyampaikan poin utama pidato wukuf soal persatuan dan kesatuan, Maftuh juga menyingung masalah haji mabrur. Menurut dia, salah satunya ditandai dengan timbulnya semangat solidaritas dan kepedulian antar sesama sebagaimana yang ditunjukkan oleh kaum Anshar- Muhajirin pada zaman Rasululah. Cara itulah satu-satunya yang diyakini akan menjadikan bangsa Indonesia dan Islam menjadi suatu negara dan agama yang diperhitungkan di
dunia.

"Ketika Rasululah ditanya mengenai tanda-tanda haji mabrur, beliau menjawab dengan 2 hal, yaitu memberikan makan orang miskin dan menebarkan salam. Memberi makan orang miskin adalah simbol kepedulian. Menebar salam adalah simbol perdamaian. Karena itu, kalau ingin mendapatkan haji mabrur, wujudkan kepedulian sosial dan tebarkan kedamaian setibanya di tanah air," pinta dia.

Untuk memperkuat khutbahnya, Maftuh menyinggung pidato wada' Rasulullah SAW pada saat wukuf di Arafah. Maftuh berharap jamah haji Indonesia dan semua umat Islam di Indonesia selalau meningkatkan ketakwaannya pada Allah, sehingga Indonesia selalu memdapatkan lindungan Allah SWT. (yid/asy)


Berita Terkait