Polisi India menduga, 10 pria bersenjata yang telah menewaskan lebih dari 160 orang itu menenggak amfetamin. Dengan senyawa kimia itu, para teroris bisa tetap fokus dengan rencananya.
"Kami percaya mereka (teroris) mengkonsumsi amfetamin," kata Wakil Komisaris Polisi Vishwas Negre Paril seperti dilansir AFP, Sabtu (6/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inspektur Polisi setempat, Rajendra Chikle mengatakan, dengan amfetamin, pendengaran para teroris bisa lebih peka. Mereka mampu mendengar intensitas suara terendah.
Pria-pria bersenjata itu tiba di Mumbai dengan kapal dan langsung menyerang di beberapa titik bagian selatan kota pada 26 November. Pemerintah mengatakan, 172 orang termasuk 9 teroris tewas akibat peristiwa itu. Satu teroris ditangkap hidup-hidup dan dilaporkan sedang diinterogasi oleh FBI. (ken/ken)











































