Bahkan saat ini epidemi kolera kian mengganas di negeri itu. Menurut PBB, korban tewas akibat penyakit tersebut sejauh ini telah mencapai 575 orang. Namun menurut badan bantuan kemanusiaan Oxfam, angka tersebut bisa lebih tinggi lagi. Sebab banyak korban tewas di negeri itu tidak tercatat secara resmi.
Para pemimpin dunia pun kembali menyerukan Robert Mugabe untuk mundur dari posisinya sebagai presiden. Seruan itu juga dilontarkan oleh pemerintah AS melalui Menlu Condoleezza Rice.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika ini pun tidak jelas bagi komunitas internasional, bahwa inilah saatnya untuk menegakkan apa yang benar, saya tidak tahu lagi bagaimana," kata Rice.
Dikatakan Rice, negara-negara tetangga Zimbabwe harus mengambil tindakan. "Negara-negara Afrika Selatan seharusnya yang paling bertanggung jawab," tegas Rice.
Menlu Inggris David Miliband juga menyerukan mundurnya Mugabe yang "begitu bertekad menimbulkan penderitaan pada rakyatnya sendiri."
"Perekonomian anjlok. Sistem pendidikan dan kesehatan telah gagal. Infrastruktur publik menurun dan pemerintahnya tidak bersedia dan tak mampu mengurus rakyatnya sendiri," cetus Miliband.
"Memburuknya situasi di Zimbabwe merupakan gambaran lanjutan dari kesalahan kepemimpinan pemerintahan barbar Zimbabwe," pungkasnya.
Mugabe tetap ngotot menjadi presiden meski berada di posisi kedua dalam pemilihan Maret lalu.
(ita/ita)











































