"Jumlah DPT luar negeri ini tidak mencerminkan jumlah warga negara Indonesia yang berada di luar negeri yang jumlahnya sekitar 6,5 juta orang dan sebagian besar di antara mereka adalah buruh migran," ujar Direktur Eksekutif Migrant CARE Anis Hidayah dalam rilis yang diterima detikcom, Jumat (5/12/2008).
Jumlah DPT luar negeri pada Pemilu 2004 lebih besar dari sekarang, yakni 1,9 juta pemilih. Sedangkan DPT luar negeri untuk Pemilu 2009 adalah 1.509.892 pemilih. Padahal angka penempatan buruh migran ke luar negeri cenderung mengalami peningkatan. Hal ini tentu saja mengherankan. "Semestinya jumlah DPT luar negeri untuk Pemilu 2009 lebih besar dari jumlah DPT luar negeri pada Pemilu 2004," terang Anis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketidakakuratan KPU dalam proses pendaftaran pemilih di luar negeri mengakibatkan mayoritas buruh migran Indonesia tidak memperoleh hak politiknya," tegas Anis. (sho/sho)











































