Rapat itu digelar untuk menyelesaikan berbagai masalah dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama prosesi puncak haji di Armina dan masa-masa pemulangan jamaah.
Pantauan wartawan detikcom, rapat yang digelar di ruang makan gedung Aziziyah II ini berlangsung tertutup. Menurut anggota komisi VIII DPR dari FKB Chairul Saleh Rasyid yang menjadi anggota tim pengawas haji DPR, diharapkan rapat ini akan menemukan solusi yang kongkrit atas berbagai masalah yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chairul berharap catatan-catatan mengenai pelaksanaan haji tahun ini yang dikumpulkan oleh tim pengawas DPR dapat dijadikan pegangan untuk memperbaiki sistem pelayanan haji di tahun-tahun mendatang.
"Temuan-temuan kami jangan sampai dianggap untuk melemahkan Depag atau panitia. Tapi anggaplah sebagai suatu masukan yang akan menjadi bahan untuk perbaikan di tahun-tahun mendatang.
Ketua tim DPR Hazrul Azwar mengatakan, dalam kunjungannya selama 3 hari di Makkah pihaknya menemukan beberapa hal yang harus diperbaiki setelah prosesi ibadah puncak di Armina. Beberapa hal itu terkait dengan masalah transportasi yang tidak lancar dan banyaknya pemondokan yang jauh dari Masjidil Haram sehingga para jamaah mengeluh kesulitan untuk salat di Masjidil Haram.
"Persoalan yang kita temui itu harus dicarikan solusinya. Sehingga setelah jamaah haji kita selesi melaksanakan ibadah hajinya, para jamaah tahap dua yang datang menjelang prosesi Armina dapat merasakan pelayanan yang memadai," kata Hazrul.
(yid/sho)











































