"Bali secara historis sebelumnya merupakan daerah bebas rabies. Untuk mengetahui asal usul wabah, saya telah membentuk tim penyidik untuk mengetahui asal-usul virus rabies," kata Dirjen Peternakan Departemen Pertanian, Tjeppy D Soedjana.
Hal ini disampaikan dia di Gedung C lantai 6 Departemen Pertanian, Jalan Harsono, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (5/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, 8 desa telah terserang wabah rabies. Hal tersebut diketahui berdasarkan hasil pengujian secara laboratoris pada Balai Besar Veteriner Denpasar dan dikonfirmasi ulang pada Balai Besar Veteriner Denpasar Maros pada 28 November 2008 terhadap specimen otak anjing liar maupun peliharaan yang menggigit masyarakat.
Desa itu antara lain Desa Ungasan, Desa Kadonganan, dan Desa Jimbaran Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan Kabupaten Badung, Bali.
Hewan Penular
Dalam kesempatan itu, Tjeppy mengatakan, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah mengeluarkan surat edaran untuk menutup daerah tertular tersebut terhadap lalu lintas hewan penular rabies yaitu kucing, anjing dan kera.
Selain itu, lanjut dia, akan dilakukan pengawasan secara ketat terhadap lalu lintas hewan penular rabies. (aan/iy)











































