Suara musik tradisional Thai membahana di sepanjang terminal bandara. Meja-meja kue dan kopi ada di banyak tempat. Dan semuanya gratis.
Bahkan sejumlah penumpang mendapatkan permintaan maaf pribadi dari pejabat-pejabat bandara dan Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand Phornsiri Manoharn. Demikian seperti dilansir International Herald Tribune, Jumat (5/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat aksi para demonstran yang menguasai Suvarnabhumi, bandara internasional Thai tersebut ditutup selama sepekan. Buntutnya, lebih dari 300.000 turis telantar, ratusan jadwal penerbangan dibatalkan.
Namun meski telah dibuka kembali secara resmi pada Jumat, 5 Desember ini, bandara tersebut belum bisa beroperasi penuh. Sejumlah penerbangan masih harus dibatalkan.
Dikatakan Serirat Prasutanont, direktur sementara Bandara Thailand, sebanyak 547 penerbangan dijadwalkan tiba dan berangkat dari Suvarnabhumi hari ini. Namun diakuinya, masih butuh waktu sebelum semua maskapai asing beroperasi secara penuh.
"Banyak maskapai asing belum siap mendarat," ujar Serirat. "Mereka butuh waktu untuk menyesuaikan jadwal penerbangan mereka," pungkasnya. (ita/iy)











































