Kabar tak sedap tersebut berhembus kencang pascapenangkapan bandar judi kelas kakap bernama Acin. Diduga kuat, Acin juga menyetor dana hasil perjudian ke kantong sejumlah anggota dewan sehingga bisnisnya berjalan aman selama ini.
Namun dugaan tersebut dibantah kalangan anggota DPRD Pekanbaru. Isu tersebut dinilai sama sekali tidak benar dan sulit dibuktikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ayat Cahyadi yakin, anggotanya tidak mungkin menerima jatah judi dari tersangka Acin sebagaimana kabar yang berkembang di tengah masyarakat. βSaya yakin tidak adalah anggota kita yang menerima jatah judi,β kata Ayat.
Β
Kendati demikian, Ayat mempersilakan kepada siapa saja yang memiliki bukti kuat segera melaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Pekanbaru. "Kalaupun sudah ada laporannya ke pihak kepolisian, ya silakan masalah ini diselidiki," kata Ayat Cahyadi.
Jika ada anggota dewan yang terbukti menerima jatah judi, maka hal itu harus tetap diproses sesuai hukum yang berlaku. Pihaknya juga tidak tinggal diam bila memang ada yang menerima jatah tersebut.
"Di negara kita inikan tidak ada yang kebal hukum. Kalau memang terbukti yang diproses saja," kata Ayat. (cha/djo)











































