"Kami memprotes terhadap kehadiran Israel dalam pameran dagang di Jakarta," ujar anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Al Muzzammil Yusuf dalam pesan singkat yang diterima detikcom, Jumat (5/12/2008).
Menurut Muzzammil, hal ini mengindikasikan pemerintah tidak konsisten dengan amanat UUD 1945 dan dukungannya kepada perjuangan kemerdekaan Palestina. Untuk itu pemerintah diminta mempertanggung jawabkan hal ini kepada publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muzzammil menambahkan, Israel adalah simbol arogansi masyarakat dunia, atas berbagai tindakannya terhadap Palestina. Tindakan yang telah dilakukan terhadap Palestina antara lain, memenjarakan 40 anggota parlemen dan menteri kabinet Palestina, termasuk Ketua Parlemen Palestina, Abdul Aziz Dweik.
Selain itu, Israel juga melarang bantuan kemanusian masuk ke wilayah Gaza dan membuat terowongan di Masjidil Aqsho. Israel, imbuh dia, juga telah melanggar 6 resolusi PBB tentang hak pengungsi Palestina.
Pemerintah Indonesia pun diperingatkan agar tidak membuka hubungan dengan Israel dalam bentuk apapun.
"Itu bisa mencederai perasaan umat Islam dan bangsa Indonesia yang anti penjajahan dan anti pelanggaran HAM," tegas mantan wakil ketua Komisi III DPR tersebut.
"Pemerintah harus segera mengusir perusahaan Israel tersebut," pungkas anggota Komisi I DPR itu.
7 Anggota DPR yang menolak kehadiran perusahaan Israel dalam pameran di Jakarta selain dirinya adalah Suripto (FPKS), Abdilah Toha (Fraksi Partai Amanat Nasional/FPAN), Joeslin Nasution (Fraksi Partai Golongan Karya/FPG), Azlaini Agus (FPAN), Nursyahbani (Fraksi Kebangkitan Bangsa/FKB). Al Muzzammil tidak menyebutkan nama perusahaan israel yang mengikuti pameran tersebut.
(ddt/nwk)










































