Pertanyaan ini dikemukakan oleh salah seorang peserta kuliah umum bertajuk 'Can Asia Survive from Global Economic Crisis: A Challenge Toward Asia Renaissance' di Auditorium Pusat Studi Jepang, Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (5/11/2008).
"Saya dari dulu kira ini lagu saya, tapi setelah matang dikit baru saya sadar," jawab yang Anwar yang menjadi pembicara dalam kuliah ini. 150-an Hadirin tertawa mendengar jawaban Anwar.
Dalam memandang persoalan ini, Anwar yang juga menjabat sebagai Ketua Partai Oposisi Malaysia meminta agar jangan emosi dan menempatkan rasa nasionalisme di atas segalanya.
Anwar bercerita jika dirinya juga sempat berdebat dengan ibunya mengenai lagu 'Bengawan Solo' yang diklaim milik Malaysia.
"Saya tanya, Bengawan Solo itu di Malaysia di mana," candanya yang disambut oleh gelak tawa seluruh peserta. (mok/nrl)











































