"Di Indonesia itu masalah SARA sangat mudah tersulut," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto kepada detikcom, Jumat (5/12/2008).
Wawan pun menjelaskan pihak keamanan harus mencegah potensi konflik sejak dini. Pihak intelijen harus melakukan cara deteksi dini dan melakukan peringatan awal terhadap permasalahan yang bisa menimbulkan konflik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wawan memaparkan ada perbedaan akar konflik antara di India dan Indonesia sehingga permasalahan dan potensi konfliknya akan berbeda. Namun serangan teror di Mumbai ini tergolong baru karena teroris tidak hanya meledakkan bom, tetapi menyerang masuk ke kota.
"Ada masalah sektarian dan masalah di perbatasan yang memicu aksi itu," jelasnya.
Namun menurut Wawan, pihak intelijen Indonesia masih lebih baik dari intelijen India. Begitu pula dengan satuan-satuan elit antiteroris milik TNI dan Polri.
"Untuk pembebasan sandera kita sudah pernah di Woyla (pembajakan pesawat). Untuk pembebasan sandera di pusat perbelanjaan dan kereta yang baru pun sudah dipelajari," paparnya.
Β (rdf/nrl)











































