Cukup ambil HP saat korban lengah, matikan HP, masukkan saku dan pergi ke toko HP. Tanpa boks, harga HP hanya terpaut Rp 100 ribu hingga Rp 500 ribu dibanding menjual HP berkardus.
Pencurian barang mungil nan modis ini bisa terjadi saat salat di masjid, di ruang kantor bahkan saat kuliah. Karenanya, tak jarang, pemilik memperlakukan HP bak pacar kedua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peristiwa tersebut dialami oleh mahasiswa Sekolah Tinggi Interstudy Jurusan Broadcasting Angkatan 2001, Heri Wibowo. Saat usai mengikuti mata kuliah Dasar-dasar Manajemen di ruang 107, Kamis (4/12/2008) pagi, dia maju ke depan ruang kelas untuk absen.
"Sebelum ke depan ruang kelas, saya membuka tas guna memastikan 2 HP saya masih ada," kata Heri yang juga pernah jadi coverboy sebuah majalah remaja kepada detikcom di kampusnya, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan.
Usai memastikan dua HP-nya, Nokia Classic dan Nokia 5200 masih ada, dia menutup tasnya. Lantas dia maju ke depan kelas untuk absen dan kembali ke tempat duduknya. Tanpa perasaan curiga sedikit pun, dia keluar ruang kuliah yang diisi oleh 35 mahasiswa itu. "Saya baru sadar kalau HP saya hilang waktu di kantin. Mau telepon teman, eh HP kagak ada, " ujarnya kesal.
Duh HP oh HP.... (asp/nrl)











































