Hal tersebut diungkapkan pedagang sate daging Anjing Theodorus Manek. Dia mengaku saat ini kesulitan mendapatkanย pasokan daging anjing. Sebelum Bali ditetapkan status KLB,ย Manek bisa mendapatkan kiriman daging anjing sebanyak 30 ekor dalam sehari. Namun, semakin isu rabies menguat, jumlah pasokannya semakin sedikit.
"Kadang sehari empat ekor, tapi kadang empat hari cuma dapat satu ekor," keluh Manek di warungnya, jalan Teuku Umar, Denpasar, Kamis (4/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasokan daging anjing ini mengalir dari berbagai tempat. Umumnya penjual daging anjing datang langsung ke warung milik Manek baik telah berupa daging atau anjing yang masih hidup. "Anjing yang dibawa kemari umumnya anjing nakal jadi dijual pemiliknya," katanya.
Daging anjing yang memiliki kualitas dan citarasa yang paling lezat adalah daging anjing ras Kintamani, Bangli. Ras ini mampu mengalahkan citarasa daging anjing ras lainnya. "Saya paling suka kalau dapat anjing Kintamani," ujarnya.
Manek yang telah membuka usaha ini sejak tahun 1997 meyakini jika daging anjing yang telah diolah tidak akan menularkan penyakit rabies. "Buktinya keluarga saya yang makan dading anjing tiap hari sehat-sehat saja," kata Manek yang mengaku telah digigit anjing ratusan kali. (gds/djo)











































