"Kalau saya menyimpulkan, dia (JK-red) sebenarnya happy dengan statement tersebut," kata pria yang pernah menduduki kursi ketua umum DPP Golkar itu.
Hal tersebut dikatakannya usai menghadiri acara Leadership Monitoring Session VIII di Ary Suta Center, Jl Prapanca III No.11, Jakarta Selatan, Kamis (4/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"JK seharusnya menjawab, menurut UU saya pembantu presiden, saya wapres. Bukannya the real vice president," kritiknya.
(gah/nrl)











































