500 Orang dari Urban Poor Consortium (UPC) itu sampai di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2008) setelah long march dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) sekitar pukul 16.00 WIB. Melantunkan koor lagu 'Padamu Negeri', aksi mereka disambung dengan iringan gamelan plus gendang jawa.
Sekitar 30 orang mengenakan kaos hitam, berikat pinggang jerami, dan berikat kepala bulu-bulu ala Indian menari berputar-putar. Spanduk berukuran 3x1 meter berwarna putih dengan tulisan 'Peringatan 60 Tahun Deklarasi Hak Asasi Manusia' berwarna merah pun dibentangkan.
"Ini adalah Perayaan 60 tahun Deklarasi HAM. Ini kita mendatangi Presiden, sekalian dengan warganya yang datang untuk menemui Presidennya," kata Kepala UPC Wardah Hafidz.
Namun, imbuh Wardah, tak ada niatan perwakilan UPC untuk bertemu Presiden. "Ini hanya warga yang menyatakan aspirasinya. Warga ini berasal dari 15 kota di daerah Jawa, Sulawesi dan Sumatera," imbuh perempuan yang mengenakan hem lengan panjang putih dan rok batik cokelat ini.
Wardah juga mempertanyakan kemiskinan yang tak kunjung tuntas ditangani oleh negara. "Sampai saat ini tidak ada perkembangan tentang pemberantasan kemiskinan. Pemerintah tidak serius dalam menangani kemiskinan," kata dia.
Sekitar 100 polisi pun membentengi peserta aksi. (nwk/ken)











































