"Ini akan membuat ketar-ketir mereka (tokoh lama). Tapi ketar-ketir yang
harus disambut gembira," kata pengamat komunikasi politik Effendi Ghazali.
Hal ini disampaikan dia di sela-sela acara 'Silaturahmi Dewan Integritas Bangsa dengan Para Calon Presiden RI 2009-2014' di Gedung Joeang, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (4/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Effendi, penyelenggaraan di daerah juga harus meriah. Media massa harus turut pula mempublikasikan konvensi itu sehingga antusiasme masyarakat di daerah akan terbangun. "Dan, saya kira teman-teman media juga interes," cetus dia.
Effendi yakin konvensi itu tidak hanya akan berhasil menarik konstituen yang semula memutuskan golput pada pemilu 2009 tetapi juga akan mengalihkan suara konstituen dari tokoh-tokoh lama ke tokoh-tokoh baru.
Jika sudah begitu, lanjut Effendi, banyak parpol yang akan melirik
tokoh pemenang konvensi tersebut. "Saya yakin kalau sudah 6 atau 7 kota (konvensi diadakan) parpol akan mulai melirik," kata penasihat di Republik Mimpi ini.
Effendi menyambut baik adanya konvensi semacam ini. Menurutnya, konvensi yang hanya dilakukan di Jakarta saja memiliki keterbatasan. Konvensi itu tidak akan mampu menyentuh persoalan-persoalan riil yang dihadapi masyarakat di daerah.
"Kalau ini kan nanti yang akan muncul dalam konvensi persoalan-persoalan
riil di daerah. Rakyat akan bertanya, kami punya persoalan seperti ini, apa yang akan Anda lakukan," papar dia. (sho/aan)










































