Gedung NU Diancam Bom, Gus Dur Tak Mau Dievakuasi

Gedung NU Diancam Bom, Gus Dur Tak Mau Dievakuasi

- detikNews
Kamis, 04 Des 2008 16:00 WIB
Gedung NU Diancam Bom, Gus Dur Tak Mau Dievakuasi
Jakarta - Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, diancam bom. Gus Dur yang saat itu berada di dalam tak mau dievakuasi. Gus Dur malah tidur siang.

"Wis nggak usahlah. Nggak ada apa-apa," kata Ketua Garda Bangsa, Bambang Susanto, menirukan ucapan Gus Dur di lokasi, Kamis (4/12/2008).

Bambang mengatakan, saat itu dirinya dan Gus Dur serta Ketua DPP PKB Hermawi Taslim sedang berbincang-bincang di ruangan Gus Dur. Tak lama, terdengar suara peringatan melalui mikrofon agar seluruh penghuni gedung keluar karena ada ancaman bom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun bukannya ikut keluar dengan yang lain, Gus Dur malah tidur di dalam ruangannya. Dua orang Paspamres yang biasa mengawal Gus Dur ikut berjaga di sekitar ruangan.

Ancaman bom diterima oleh salah seorang staf Lembaga Pelayanan Kesehatan (LPK) NU, Lina, melalui telepon. Ancaman bom itu diterima Lina dari seorang pria. Ancaman bom itu berisi "Hati-hati di belakang Anda ada bom. 3 Menit lagi akan meledak".

"Saya terima telepon sekitar pukul 13.00 WIB. Yang menelepon itu bersuara laki-laki," kata Lina.

Setelah mendengar itu, Lina kemudian bercerita kepada teman-teman dan melaporkan hal ini ke polisi. Pukul 15.45 WIB, tim Gegana tiba di lokasi. Tim Gegana saat ini masih menyisir gedung yang berlantai 8 itu. Seluruh penghuni gedung masih berada di halaman gedung NU. (gus/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini