Polda Bantah Ada Bandar Besar Baru

Judi di Riau

Polda Bantah Ada Bandar Besar Baru

- detikNews
Kamis, 04 Des 2008 15:20 WIB
Polda Bantah Ada Bandar Besar Baru
Pekanbaru - Setelah Cindra Wijaya (43) alias Acin, bandar judi besar di Riau, ditangkap polisi, dikabarkan bakal ada pemain baru yang akan menggantikan tahtanya. Maklum saja, bisnis haram ini memang sangat menjanjikan. Selama ini Acin sendiri dituding memiliki omzet Rp 3 miliar per hari dari putaran togel yang berkiblat ke Singapura itu.

Kabarnya pula, Acin akan digantikan oleh bandar judi yang tetap berdomisili di salah satu ibukota provinsi di Sumetara. Dia disebut-sebut memiliki hubungan dekat dengan sejumlah jenderal yang kini memiliki ‘taring’ di Mabes Polri.

Namun dugaan tadi dibantah keras Polda Riau. “Tidak benar akan ada Bandar baru menggantikan Acin. Itu semua hanya isu. Kita tetap komit untuk memberantah judi dan penyelundupan,” kata Kabid Humas Polda Riau, AKBP Zulkifli kepada detikcom, Kamis (4/12/2008) di Pekanbaru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, kasus perjudian di Riau saat ini menjadi sorotan banyak pihak. Selain sudah langsung sejak lama, omzet perjudian di Riau ini bisa mencapai miliaran rupiah setiap harinya.

Polisi memang sudah melakukan penggerebekan terhadap sejumlah sarang perjudian di Riau. Beberapa orang tersangka ditangkap dan ratusan alat judi disita. Namun demikian, langkah hukum tersebut dinilai masih belum maksimal karena mereka yang ditangkap hanya bandar judi kelas teri. Bandar judi besar yang disebut-sebut berinisial DH tidak terusik sedikitpun.

Salah satu bandar judi yang ditangkap polisi adalah Acin. Dia tidak lain anak buah atau orang kepercayaan DH. Saat ini Acin mendekam di sel tahanan Poltabes Pekanbaru.

Lolosnya HD kemudian menimbulkan sinyalemen ada 'hubungan terlarang' antara sejumlah oknum polisi dengan sang bandar. Beberapa orang jenderal polisi diduga menjadi beking bandar judi besar itu. Dugaan itu semakin kuat setelah Irwasum Mabes Polri Komjen Pol Yusuf Manggarabarani menyatakan 3 Kapolda dan 3 Wakapolda diperiksa terkait perjudian di Riau.

Tetapi Kapolri Bambang Hendarso Danuri membantah keras anak buahnya menjadi beking perjudian. Menurutnya, 6 petinggi Polri tersebut hanya dimintai pertanggungjawaban secara manajerial.

"Bukan berarti itu yang membekingi dia terlibat. Itu tidak benar. Tolong...tolong jangan digulirkan seolah-olah ada pati saya yang terlibat dalam artian membekingi," jelas BHD, sapaan akrab Bambang.

BHD menambahkan, beberapa pati yang sempat menjabat Kapolda Riau ini tidak mengambil tindakan saat terjadi perjudian yang beromzet Rp 3 miliar di Riau. Karena itu ada pertanggung jawaban manajerial berupa teguran. (cha/djo)



Berita Terkait