Perintah siaga ini dikeluarkan setelah Menteri Pertahanan India A.K. Antony memerintahkan pasukan Angkatan Bersenjata berjaga-jaga terhadap "setiap serangan teror dari udara," demikian disampaikan pejabat-pejabat India.
"Ini didasarkan pada peringatan yang telah diterima pemerintah dan kami siap," kata Kepala Angkatan Udara Fali Major kepada wartawan di New Delhi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan sumber tersebut, informasi intelijen mengungkapkan bahwa para militan bisa menyusup masuk ke India untuk mencoba membajak pesawat sipil.
Biro Keamanan Aviasi Sipil menyatakan, tambahan pasukan paramiliter telah dikerahkan untuk menjaga enam bandara internasional tersibuk di India. Biro tersebut bertanggung jawab atas keamanan bandara.
Selain itu, jet-jet tempur juga telah disiagakan. "Kami sekarang dalam status siaga penuh," kata Arun Arora, juru bicara Bandara Internasional Indira Gandhi di New Delhi.
Status siaga ini diberlakukan hanya sepekan setelah para militan melancarkan serangan mematikan di Mumbai yang menewaskan hampir 200 orang. Menurut pemerintah India, para pelaku serangan adalah anggota kelompok militan asal Pakistan. (ita/iy)











































