Aksi perampokan ini terjadi di kediaman Arifin, Jalan Pejaten Barat II nomor 5, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Rabu 3 Desember 2008 pukul 03.00 WIB.
Peristiwa berawal saat 6 orang mendatangi rumah mewah berlantai 2 itu.
1 Perampok semula beraksi dengan mendatangi pos satpam yang berjaga-jaga di pintu masuk sebuah rumah, yang letaknya berseberangan dengan rumah Arifin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1 Perampok itu langsung menodongkan pisau ke Wahono, salah seorang satpam. Wahono dan teman-teman melakukan perlawanan. Melihat Wahono cs melawan, 2 perampok ikut membantu rekannya. 1 Orang membawa pistol dan 1 orang lagi membawa laras panjang.
Nyali Wahono dan teman-teman ciut saat ditodong pistol di bagian perut.
4 Satpam pun berhasil dilumpuhkan kawanan perampok. Kepala mereka langsung dipopor pistol, mulut disumpal dengan plester dan tangannya dibogol.
Kawanan perampok lalu menuju ke rumah Arifin. 1 Perampok berjaga di pos satpam. Sedang 5 lainnya langsung menyerbu masuk rumah Arifin dengan melumpuhkan satpam yang berjaga di pintu masuk. Satpam itu pun dihajar, mulutnya diplester dan tangannya diborgol.
"Saya tahunya yang diambil cuma mobil. Karena saat teman-teman saya disekap, salah seorang pelaku telepon ke pelaku lainnya yang di dalam, dia bilang, mobilnya sudah diambil belum, buruan," kata Budi (20), seorang satpam gudang itu, di lokasi kejadian, Kamis (4/12/2008).
Menurut dia, Arifin yang juga mantan menteri perdagangan ini dan istrinya ada di dalam rumah saat kejadian.
Belum diketahui total kerugian akibat perampokan ini. Pengamatan detikcom, rumah Arifin tampak lengang. Anak dan pembantu terlihatย melongok dari atas balkon. Pintu pagar warna hitam setinggi 2 meter tertutup rapat. (aan/nrl)











































