"Mereka akan diberangkatkan dengan cara dua gelombang mulai sekitar pukul 09.00 hingga semua jamaah berkumpul di Arafah sambil menunggu datangnya waktu wukuf, 9 Dzulhijjah," kata Kepala Daerah Kerja Mekkah Zainal Abidin Supi pada wartawan di Mekkah, Kamis (4/12/2008)
Menurutnya, jamaah gelombang pertama akan diberangkatkan pada pagi dan gelombang dua diberangkatkan pada siang harinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Zaenal menjamin semua jamaah haji akan dibawa wukuf ke arafah termasuk yang sedang mengalami sakit. Bagi jamaah tersebut, lanjut Zaenal, akan langsung ditangani secara khusus oleh tim pembimbing jamaah.
Mereka akan diberangkatkan paling akhir ke Arafah melalui cara safari wukuf bersama pihak Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) serta bagian transportasi di Daerah Kerja Mekkah.
Sementara itu, koordinator pelaksana monitoring Ibadah Haji PPIH Nunun Firdaus menegaskan, kriteria jamaah uzur dibagi dalam dua katagori, yakni jemaah yang hanya bisa duduk dan jamaah haji terbaring.
Jamaah uzur, lanjut Nunun, akan diberangkatkan pada 9 Dzulhijjah dengan menggunakan ambulance bertingkat dari BPHI dan rumah sakit Arab Saudi. Sepulang dari Arafah, mereka langsung dirawat kembali tanpa diikutkan dalam prosesi mabit di Mudzdalifah dan Mina.
Jemaah Dapat Nasi Kotak
Sementara itu, mulai 5 Dzulhijah atau 3 Desember, selama tiga hari berturut-turut, para jamaah akan menerima nasi kotak ala tentara yang harus langsung dimakan. Namun, setelah wukuf di arafah, para jamaah akan mendapatkan makanan katering selama tiga hari .
"Setiap hari jamaah mendapatkan dua kali makan, siang dan malam dengan total katering yang diterima jamaah sebanyak dua belas kali. Katering yang diberikan kepada jamaah merupakan upaya pemerintah untuk memberikan kemudahan kepada jemaah mendapat makan," pungkas Zaenal. (yid/irw)











































