Seperti dilansir news.com.au, Kamis (4/12/2008), pesawat Thai Airways itu take off dari Suvarnabhumi pada Rabu 3 Desember 2008 pukul 11.45 waktu setempat. Pesawat tersebut membawa 388 penumpang, yang sebagian besar adalah turis asal Australia.
Mereka mengaku senang akhirnya dapat meninggalkan Thailand. Namun, mereka mengatakan akan mengenang Thailand dengan bergairah, meski suasana politik kerajaan itu sedang chaos.
"Ini adalah masa-masa yang penting bagi Thailand. Saya tidak marah, kami diperlakukan dengan baik," kata Paul yang berasal dari Selandia Baru.
Pengakuan yang sama disampaikan Brad Wheeler, penumpang lainnya. Bahkan lelaki ini akan kembali ke Thailand dan penutupan bandara tak membuatnya takut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT










































