Berbagai upaya untuk membujuk Andri telah dilakukan aparat dan Tim SAR. Dari mendatangkan psikiater yang dibawa naik mendekati posisi Andri, meminta teman-temannya untuk membujuk dari bawah hingga mendatangkan Sukrini, ibu kandung Andri. Namun semua upaya itu tidak membuat Andri bergeming.
Tim SAR sendiri juga kerepotan untuk 'melumpuhkan' Andri karena dia membawa potongan pipa besi sepanjang sekitar 1 meter. Setiap ada anggota SAR yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri, dia langsung memukul-mukulkan potongan besi itu ke rangka tower serta mengeluarkan mengancam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga maupun teman-temannya mengatakan seudah hampir setahun ini kondisi kejiwaan Andri memang kurang stabil, terutama sejak tidak lagi memiliki pekerjaan tetap. Semula Andri dan beberapa temannya pernah membuka usaha bengkel jok motor, namun usaha itu telah tutup.
Hingga pukul 23.15 WIB, Andri masih tetap bertahan dan masih terlihat duduk-duduk di dalam bordes tower. Sesekali dia berdiri berjalan berputar-putar di dalamnya lalu duduk lagi.
Upaya polisi mengusir penonton dengan harapan agar Andri bersedia turun setelah kondisi sepi, rupanya juga tidak menuai hasil. Sedangkan Radio JPI yang selama seharian memnutuskan tidak mengudara, malam ini sudah kembali melakukan siaran. (mbr/irw)











































