Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu dialami oleh Bunga (bukan nama sebenarnya) (32) yang tinggal di Gang Seratus, Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia mengaku penghasilan suaminya, Umar (48) yang bekerja sebagai satpam sebuah supermarket tidak cukup menghidupi ketiga anaknya.
"Jadi saya inisiatif cari kerjaan buat nambah-nambah penghasilan," ujar perempuan yang telah menjalani bahtera rumah tangga selama 10 tahun kepada wartawan di Mapolres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karenanya, mulai Senin kemarin saya bekerja sebagai pelayan toko. Habis suami saya itu tidak mau dipusingkan masalah anak seperti jajan dan susu," kisahnya pilu.
Baru 2 hari Bunga bekerja, Umar tidak terima. Dia mengaku cemburu karena banyak lelaki yang melihat kecantikan sang istri.
"Puncaknya tadi pagi. Umar memukul Bunga hingga lebam membiru di muka dan sekujur tubuh menggunakan tangan kosong. Ironisnya, dia memukul di depan anak pertamanya, Silvia yang baru berumur 8 tahun, " kata Santi, saudara korban yang menemani pembuatan laporan ke kepolisian.
Tidak terima diperlakukan kasar, akhirnya Bunga melaporkan kasus ini ke Mapolres Jakarta Selatan. Kini KDRT ini ditangani unit Penanggulangan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Jakarta Selatan.
(asp/nik)











































