Awalnya, pria asal Tapanuli ini ingin cepat-cepat berangkat ke tanah suci Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Bersama istrinya, dia pun mendaftar haji khusus (ONH Plus) melalui satu biro perjalanan haji di Medan, Hummairah.
"Kita dijanjikan bisa berangkat tanggal 1 Desember. Saya diminta melunasi biaya US$ 6 ribu," kata Arifin saat berbincang dengan detikcom, Rabu (3/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah membayar semua biaya, Arifin baru mengetahui kalau Hummairah tidak akan memberangkatkan dia secara langsung. Biro perjalanan itu bekerja sama dengan Al Jazeerah, sebuah biro perjalanan di Jakarta.
Arifin mengaku sempat curiga dengan pengurusan haji yang relatif singkat itu. Namun, pihak Hummairah selalu meyakinkan bahwa dirinya dipastikan berangkat haji.
Sebenarnya, Arifin telah terdaftar sebagai calon haji lewat jalur reguler di Departemen Agama pada 2011. Namun karena terlalu lama, Arifin pun mencoba jalur lain.
"Saya diberi tahu kalau mau cepat coba ke Hummairah saja. Akhirnya saya ke sana, dan ternyata bisa. Makanya saya senang sekali waktu itu," kata pria yang merupakan pengusaha hasil hutan di Doloksanggul, Kumbanghasundutan, Tapanuli, Sumut, itu.
Kini, Arifin hanya bisa pasrah dan menunggu. Meski Arab Saudi sudah menutup kedatangan jamaah haji (closing date) namun pihak Al Jazeerah menjanjikan tetap akan memberangkatkan Arifin pada 4 Desember.
"Katanya dia sedang ngurus tiket di Arab Saudi Airlines. Kita tunggu saja," harapnya sendu. (ken/nrl)











































