Para pendemo yang sebagian besar mengenakan pakaian warna kuning sebagi simbol penghormatan pada raja, meninggalkan bandara dengan naik bus dan taksi. Eksodus ini terjadi setelah pimpinan gerakan People's Alliance for Democracy (PAD) secara resmi menyerahkan kendali bandara ke otoritas Thai.
Aksi pendudukan bandara berakhir setelah sebelumnya Pengadilan Konstitusional membubarkan tiga partai besar dalam partai koalisi berkuasa, termasuk partai People's Power Party (PPP) pimpinan Perdana Menteri Somchai Wongsawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun meski aksi demo telah berakhir, pemimpin PAD berjanji akan kembali berdemo jika perubahan politik yang diharapkan tidak terjadi.
"Kami akan kembali ketika negara membutuhkan kami," kata Somkiat Pongpaibul, pemimpin PAD yang terdiri dari kelompok elit dan kelas menengah serta didukung oleh militer dan kerajaan. Demikian seperti diberitakan AFP, Rabu (3/12/2008).
Lebih dari 350 ribu penumpang terlantar di Thailand akibat aksi massa yang menduduki bandara. Pimpinan Bandara Thailand Vudhibhandhu Vichairatana mengatakan, penerbangan internasional akan dimulai secepatnya.
"Kami akan berusaha mengembalikan semuanya seperti sedia kala secepat mungkin," katanya kepada wartawan.
Dikatakannya, pesawat milik maskapai Thai Airways yang terbang dari Kota Phuket akan mendarat di Suvarnabhumi pada Rabu petang nanti. Sedangkan penerbangan internasional akan dimulai kembali keesokan hari. (ita/nrl)











































