Aaa......Mahasiswa Binus pun Berteriak Histeris

Aaa......Mahasiswa Binus pun Berteriak Histeris

- detikNews
Rabu, 03 Des 2008 13:18 WIB
Aaa......Mahasiswa Binus pun Berteriak Histeris
Jakarta - Puluhan mahasiswa Bina Nusantara (Binus) yang berkumpul di auditorium kampus berteriak histeris, campuran ngeri dan jijik. Puluhan foto-foto slide mutilasi membuat bulu kuduk mahasiswa psikologi tersebut merinding.

"Duh, nggak bisa makan nih seharian," teriak seorang mahasiswa.

Foto-foto yang tidak pernah terlihat di media masa itu ditampilkan pada The 1st National Discussion on Indigenous Psychology:Mutilation Case-Indonesian Perspective di Kampus Binus, Jalan KH Syahdan 9, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (3/12/2008). Β 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Slide guna kepentingan akademik itu berisi tayangan eksklusif dua orang yang terbiasa menangani kasus mutilasi. Mereka adalah dokter forensik RSCM Abdul Munim Idris dan Kanit V Jatanras Direskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Helmi Santika.

Slide yang mengerikan misalnya potongan kepala Heri Santoso, korban mutilasi Ryan, yang sedang diadili di PN Depok. Lalu ada juga potongan perut hingga organ vital Heri. "Untuk ukuran laki-laki, pantat Heri terlihat terlalu bagus," kata Munim Idris sambil menunjukkan pantat Heri yang telah dipotong.

Teriakan histeris mahasiswa Binus kembali terdengar ketika melihat wajah Heri yang telah disayat-sayat tanpa leher. "Dari mulutnya juga nampak telah disayat ini menunjukkan korban mulutnya ember, " jelas Munim

Teriakan histeris muncul lagi ketika Munim menunjukkan selangkangan sekitar alat kelamin Heri. Dalam foto terpampang jelas alat kelamin telah tersayat dengan rambut sekitar kemaluan bersih. "Ini menunjukkan ada motif seksual," ujarnya.

Dalam seminar yang dilaksanakan di auditorium kampus lantai 4, selain menghadirkan praktisi pengungkap mutilasi, juga menghadirkan para pakar psikolog dari UGM dan UI. Seminar ini diharapkan membuka wacana ilmiah dan kemajuan ilmu psikologi.

(asp/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads