Warga yang mayoritas menggantungkan nasib mereka sebagai nelayan pencari kerang, merasa kaget dengan penggusuran ini. Sebab, mereka tidak pernah diberitahu sebelumnya mengenai rencana penggusuran oleh Camat Mariso.
Oma Netty (75), warga yang mendiami Kampung Buyang selama lebih 40 tahun, merasa bahwa dirinya telah dibohongi oleh Walikota Makassar dua periode, Ilham Arif Sirajuddin, baik ketika menjabat atau berkampanye yang berjanji tidak akan menggusur warganya. "Di mana perasaan mereka, saat ini kami hidup merana tanpa punya apa-apa," ketus Oma di depan rumahnya yang dirobohkan Satpol Pamong Praja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neni juga akan mengajak warganya untuk menginap sementara di kantor camat Mariso, sekaligus untuk memprotes penggusuran. "Mau di mana lagi kami ungsikan mereka, kalau perlu sekalian di rumah dinas Walikota Makassar," pungkas Neni.
Sementara itu, Kapolwitabes Makassar Kombes Burhanuddin Andi mengerahkan puluhan personelnya untuk berjaga-jaga selama penggusuran berlangsung. Ia menganggap warga Kampung Buyang cukup kooperatif dengan petugas. "Kalau ada warga yang melakukan perlawanan, penggusuran harus ditunda," ungkap Burhanuddin di sekitar lokasi penggusuran. (mna/asy)











































