"Neoliberal itu mendorong manusia untuk bersaing dan serakah. Kompetisi dan pertumbuhan ekonomi yang terus menerus. Ini mengakibatkan perilaku tidak saling peduli," kata Guru Besar Psikologi UGM, Djamaluddin Ancok, pada The 1st National Discussion on Indegenous Psychology:Mutilation Case-Indonesian Perspective di Kampus Bina Nusantara (Binus), Jalan KH Syahdan 9, Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (3/12/2008).
Hal ini kemudian didukung dengan situsi kesetiakawanan nasional yang menurun. Jika dirunut panjang, Indonesia mempunyai modal sosial berbangsa sejak Sumpah Pemuda hingga tercetus Bhinneka Tunggal Ika. Sayangnya ini dirusak dengan muncul kerusuhan di seantero negeri seperti kasus Poso.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Permasalahan global dan nasional tersebut berpengaruh pada tingkatan komunitas seperti maraknya perang antarkampung dan tawuran antar mahasiswa. Situsi ini menunjukkan kepedulian antarmanusia menurun.
"Pada kasus pelaku mutilasi Ryan, pelaku mengubur di rumahnya sendiri dan orang tuanya tidak tahu. Tetangganya juga. Ini kan menunjukkan kepedulian sosial di komunitas benar-benar telah menurun drastis," jelas Djamaludin dalam paparan singkatnya tersebut.
(asp/nrl)











































