Korban Lapindo Demo di Istana, Polisi Usir PKL

Korban Lapindo Demo di Istana, Polisi Usir PKL

- detikNews
Rabu, 03 Des 2008 11:55 WIB
Korban Lapindo Demo di Istana, Polisi Usir PKL
Jakarta - Aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka biasanya mendatangkan rezeki bagi para pedagang kaki lima. Namun saat aksi unjuk rasa korban lumpur Lapindo hari ini, mereka terpaksa gigit jari karena polisi melarang mereka berjualan.

Saripah, adalah salah satu dari puluhan Pedagang Kali Lima (PKL) yang dilarang menjajakan dagangannya di depan Istana Merdeka. Padahal sudah dari pukul 08.00 WIB, wanita setengah baya ini mangkal di depan Istana untuk mengais rezeki dari para demonstran lumpur Lapindo yang siang ini kembali berunjuk rasa.

"Iya, kami diusir. Mau lewat saja nggak boleh," ujar Saripah kepada detikcom sembari mendorong dagangannya di depan Kantor Sekretariat Negara, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (3/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bersama dengan puluhan temannya seprofesi, Saripah diusir oleh polisi yang berjaga-jaga di depan Istana. Padahal Selasa kemarin (2 Desember 2008) dia masih bisa berjualan di sana, bersama dengan para PKL lainnya.

Puluhan botol air mineral dan teh botol memenuhi gerobak Saripah. Untuk wanita seumuran Saripah, gerobak beserta isinya tersebut tergolong berat. Tapi dengan semangat wanita berusia 40-an tahun ini tetap menjajakan dagangannya sambil jalan.

"Ya muter-muter saja, habis di depan Istana nggak boleh," imbuhnya.

Saripah, yang berasal dari Madura, Jawa Timur ini mengaku sudah lama berjualan sebagai PKL di Jakarta. Diusir oleh aparat, bukan hal yang baru baginya.

"Sering diusir-usir, apalagi kalau di daerah dekat Istana," ujarnya pasrah.

Namun, demi menghidupi keluarga dan membantu suaminya yang bekerja tidak tetap di Jakarta, Saripah tetap harus berjualan. "Yang penting halal," pungkasnya.

(anw/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini