Saripah Gagal Mengais Rezeki di Demo Lumpur Lapindo

Saripah Gagal Mengais Rezeki di Demo Lumpur Lapindo

- detikNews
Rabu, 03 Des 2008 11:45 WIB
 Saripah Gagal Mengais Rezeki di Demo Lumpur Lapindo
Jakarta - Saripah, mungkin salah satu dari puluhan Pedagang Kali Lima (PKL) yang harus gigit jari akibat tidak diperkenankan menjajakan dagangannya di depan Istana Merdeka, Rabu (3/12/2008) pagi. Padahal, dia sudah mangkal di depan Istana dari pukul 08.00 WIB untuk mengais rezeki dari para demonstran lumpur Lapindo yang siang ini kembali demo.

Bersama puluhan teman seprofesi, Saripah diusir oleh polisi yang berjaga-jaga di depan Istana. Padahal, Swlasa (2/12/2008) kemarin, dia masih bebas berjualan di sana bersama dengan para PKL lainnya.

"Iya, kami diusir. Mau lewat saja nggak boleh," ujar Saripah kepada detikcom sembari mendorong dagangannya di depan Kantor Sekretariat Negara, Jl Veteran III, Jakarta, Rabu (3/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan botol air mineral dan teh botol memenuhi gerobak Saripah. Untuk wanita seumuran dia, gerobak beserta isinya tersebut tergolong berat. Tapi dengan semangat, wanita berusia 40-an tahun ini tetap menjajakan dagangannya sambil jalan. "Ya muter-muter saja, habis di depan Istana nggak boleh," imbuhnya.

Saripah, yang berasal dari Madura, Jawa Timur ini mengaku sudah lama berjualan sebagai PKL di Jakarta. Diusir oleh aparat, bukan hal yang baru baginya. "Sering diusir-usir, apalagi kalau di daerah dekat Istana," ujar dia pasrah.

Namun, demi menghidupi keluarga dan membantu suaminya yang bekerja tidak tetap di Jakarta, Saripah tetap harus jualan. "Yang penting halal," pungkas dia. (anw/asy)


Berita Terkait