Dalam serangan pada Rabu, 26 November lalu, selama 60 jam para teroris bertahan di sejumlah lokasi yang dikepung pasukan India.
Para pelaku serangan tersebut juga menggunakan steroid untuk memperkuat ketahanan fisik mereka dalam serangan mematikan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada pula bukti-bukti steroid, yang tidak asing di kalangan teroris," imbuhnya. Dikatakan pejabat tersebut, temuan obat-obatan tersebut menjelaskan kenapa para teroris mampu menghadapi pasukan India selama lebih 50 jam tanpa makan atau tidur.
Bahkan salah seorang teroris menggunakan narkoba tersebut untuk tetap bisa melawan pasukan India meski dirinya mengalami luka-luka serius.
Narkoba umum digunakan di India, khususnya oleh para pekerja yang harus mengalami kurang tidur, seperti sopir truk dan penjaga keamanan. (ita/nrl)











































