Demikian seperti diberitakan harian Sydney Morning Herald, Rabu (3/12/2008).
"Pasti sedih untuk berpisah, tapi pekerjaan kami di sini telah selesai. Jadi kami harus pulang," kata Saisuri Pantupradij, seorang wanita yang menginap di Bandara Internasional Suvarnabhumi.
Pada Selasa, 2 Desember kemarin, Pengadilan Konstitusional menyatakan partai People's Power Party (PPP) pimpinan Somchai bersalah atas kecurangan dalam pemilu Desember 2007. Dua partai lainnya, Machima Thipatai dan Chart Thai juga ikut dinyatakan bersalah atas kasus serupa.
Akibatnya, semua pimpinan partai termasuk Somchai dilarang terjun ke politik selama 5 tahun. Dengan putusan ini, Somchai terpaksa mundur.
"Itu bukan masalah. Saya tidak bekerja untuk diri saya sendiri. Sekarang saya akan menjadi warga negara penuh," kata Somchai menanggapi putusan tersebut.
Dengan mundurnya Somchai, Wakil PM Chaowarat Chandeerakul akan menjadi pejabat sementara PM. Parlemen kemudian akan memilih PM baru dalam waktu 30 hari.
(ita/nrl)











































