"Saya selalu menyimak polling yang reliable, kredibel, bukan yang dipesan pihak-pihak tertentu," ujar SBY saat memberikas sambutan kepada peserta kursus Lemhannas angkatan ke-42 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (2/12/2008).
Terakhir, lembaga survei Cirus menyebutkan Presiden SBY popularitasnya naik mengungguli para kandidat presiden lain seperti Megawati Soekarnoputri. Wapres Jusuf Kalla juga menjadi wapres favorit responden.
Menanggapi hal ini, presiden SBY mengaku tetap menyimaknya. "Kalau popularitas saya drop, saya hanya sekadar ingin tahu (apa penyebabnya). Karena dulu ada banjir, pesawat jatuh, kenaikan BBM," jelas SBY.
SBY juga mengaku tidak marah dengan polling-polling yang menyebut dirinya turun popularitasnya. "Kalau jelek saya terima, kalau baik ya bagus," imbuhnya.
SBY mengibaratkan, ada cermin yang benar dan ada juga cermin yang menipu. Namun jika cermin tersebut dianggap menipu jangan lantas cermin itu dipecahkan.
"Kadang kita di kaca kelihatan kurus, padahal kita gemuk," SBY mencontohkan.
Banyaknya lembaga survei ini, lanjut SBY, kadang disayangkan karena mereka tidak menggunakan data yang tepat. Sehingga yang dihasilkan pun tidak sesuai dengan fakta. "Banyak data-data yang tidak valid, sehingga hasilnya pun tidak benar," tandasnya.
(anw/nrl)











































