Sedih Tak Dijenguk Keluarga, Yati Nyanyi di Bui

Mutilasi di Bus Mayasari

Sedih Tak Dijenguk Keluarga, Yati Nyanyi di Bui

- detikNews
Selasa, 02 Des 2008 17:29 WIB
Sedih Tak Dijenguk Keluarga, Yati Nyanyi di Bui
Jakarta - Tersangka kasus mutilasi di bus Mayasari Bhakti, Sri Rumiyati alias Yati, sedih lantaran tidak pernah dibesuk keluarganya selama mendekam di penjara. Yati pun bernyanyi untuk menghibur diri.

Yati mengaku masih menjalin komunikasi dengan eks suaminya, Daeng, melalui handphone penyidik maupun pengacaranya, Haposan Hutagalung.

"Mantan suami saya baik. Dia sering nelpon saya tanya kabar," kata Yati kepada detikcom di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Selasa (2/12/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yati mengaku kangen dengan 5 buah hatinya. "Anak saya yang paling kecil sering nanyain saya. Kalau dia tanya paling dibilangin kalau saya lagi pesantren. Anak saya yang paling kecil belum tahu keadaan (di penjara) saya," papar Yati sambil menyeruput kopi hitam kesukaannya.

Perempuan yang suka merokok ini mengaku selalu dihantui perasaan bersalah lantaran telah memutilasi suaminya, Hendra alias Burung.

"Saya sering ingat dia. Kalau sudah ingat dia, saya suka mendoakan dia supaya diberikan kelapangan di alamnya," ujarnya sambil tersenyum tipis.

Yati menegaskan siap dengan hukuman apa pun yang bakal dijatuhkan kepadanya. "Saya kalau hukuman dunia tidak takut. Yang saya takutkan hanya hukuman di akhirat. Apa Tuhan akan mengampuni saya?," kata Yati dengan mata berkaca-kaca.


Bernyanyi

Yati suka bernyanyi untuk menghibur diri yang sedang lara di dalam penjara.

"Saya suka nyanyi di penjara," kata Yati sambil tersenyum.

Teman satu sel tidak merasa terganggu? "Enggak kalau cuma nyanyi. Tapi, kalau berantem mereka suka keganggu," sahut dia sambil menyeruput sisa kopinya.

Yati berbagi cerita seputar aktivitasnya di bui antara lain senam dan mengaji. "Saya juga suka ngaji buat taubat," kata Yati.

(mei/aan)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini