Granat ini ditemukannya di pinggiran Sungai Sodetan Manggarai Selatan yang berada di belakang Rumah Makan Daeng Tata, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (2/12/2008).
Granat yang sudah berkarat ini, belum diketahui apakah masih aktif atau tidak. Hingga kini, aparat masih menunggu petugas dari tim Gegana untuk melakukan pemeriksaan.
"Kalau saya lihat sih masih ada pinnya. Saya khawatir juga," ujar Andi Suwarto, sekretaris RT 10/RW 5, Bukit Duri, ketika ditemui wartawan di lokasi kejadian.
Wawan menemukan granat yang panjangnya 10 cm dengan diameter 5 cm ini pada Senin siang (1/12/2008) sekitar pukul 14.00 WIB. Karena takut, Wawan lalu melaporkan keesokan harinya ke Andi Suwarto.
"Karena dia anak binaan saya, dia lapornya ke saya. Saya langsung koordinasi dengan Polsek Tebet," terang Andi.
Saat ditemukan oleh Wawan, satu granat beserta dua peluru berada di dalam kaleng 5 kg yang terbuat dari plastik. Wawan menemukan kaleng ini setelah turun ke sungai seusai hujan. Wawan kini diperiksa di Polsek Tebet untuk dimintai keterangan terkait temuannya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih berada di lokasi kejadian. Tampak tali rafia direntangkan di lokasi. Puluhan warga berkerumun hendak melihat lokasi penemuan granat.
(gun/nrl)











































