Demikian diungkapkan pejabat-pejabat intelijen AS pada jaringan ABC seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (2/12/2008).
Menurut pejabat-pejabat intelijen AS yang tidak disebutkan namanya, mereka telah mengingatkan otoritas India pada pertengahan Oktober lalu tentang kemungkinan serangan "dari laut terhadap hotel-hotel dan pusat bisnis di Mumbai".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut jaringan CNN, sumber-sumber India mengkonfirmasi kalau pejabat-pejabat AS telah dua kali mengingatkan mereka akan kemungkinan serangan di Mumbai.
Sekitar 10 pria bersenjata menaiki perahu karet dan menepi di pantai-pantai Mumbai pekan lalu. Mereka kemudian melancarkan serangan teror selama 60 jam di sejumlah lokasi. Akibatnya setidaknya 180 orang tewas dan melukai nyaris 300 orang.
Sebelumnya, pejabat-pejabat intelijen India mengatakan pada ABC News, bahwa pada 18 November mereka telah menyadap panggilan telepon satelit ke sebuah alamat di Pakistan yang digunakan oleeh pemimpin kelompok militan Lashkar-e-Taiba. Kelompok tersebut diyakini sebagai dalang serangan Mumbai. (ita/iy)











































