Kisah Bandar Besar dan Para Perwira Tinggi Itu

Judi di Riau

Kisah Bandar Besar dan Para Perwira Tinggi Itu

- detikNews
Selasa, 02 Des 2008 12:06 WIB
Kisah Bandar Besar dan Para Perwira Tinggi Itu
Pekanbaru - Mati satu tumbuh seribu. Begitulah perjudian di Riau. Di awal Jenderal Sutanto menjabat sebagai Kapolri, perjudian di Bumi Lancang Kuning itu sempat 'tiarap'. Namun belakangan, perjudian kembali marak. Bandar besar tak juga tertangkap.

Sikap tegas Sutanto membuat sejumlah bandar judi di Riau, termasuk DH yang disebut-sebut sebagai bos besar, kocar-kacir. Bisnis perjudian DH dibabat habis. Brigjen S Damanhuri yang saat itu menjabat sebagai Kapolda Riau juga turun langsung melakukan penggerebekan.

Penggerebekan terhadap markas judi yang diduga milik DH dilakukan pada Rabu 20 Juli 2005. Polisi berhasil menyita 1.200 mesin jackpot di Mal Pekanbaru, Jl Teuku Umar. Polisi juga menemukan sejumlah mesin jackpot di lantai 4 Plaza Suzuya. Di tempat ini DH memakai kedok karaoke.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak penggerebekan itu, arena judi bola tangkas dan jackpot milik DH itu memang tidak lagi beroperasi. Namun anehnya, sang banda besar tidak pernah tersentuh hukum. Polisi hanya menangkap dan menjadikan tersangka sejumlah bandar kelas teri.

"Ya nggak bisa kita memeriksa seseorang hanya karena keterangan masyarakat yang tak jelas," kilah Damanhuri ketika ditanya mengenai informasi yang menyebutkan bahwa tempat tersebut milik DH, usai memimpin penggerebekan saat itu.

Setelah DH tidak berbinis judi, belakangan muncul nama Acin. Dia disebut-sebut sebagai big bos pengganti DH. Acin sebenarnya bukan nama baru. Dia selama ini dikenal sebagai orang kepercayaan DH. Acin membuka perjudian sie jie alias togel dengan kekuasaaan meliputi wilayah Sumatera dengan omzet minimal Rp 3 miliar sehari.

Pada saat bendera Acin mulai berkibar, Damanhuri tak lagi menjabat sebagai Kapolda Riau. Posisinya digantikan oleh Brigjen Pol Ito Sumardi pada akhir tahun 2005. Sedangkan posisi Kapoltabes Pekanbaru diisi oleh Kombes James Umbo.

Ketika menjabat orang nomor 1 di Polda Riau, Ito memang sempat memerangi perjudian. Setidaknya ada 141 kasus judi dan 139 tersangka yang ditangani. Namun sayangnya, lagi-lagi tidak ada bandar kakap yang terjaring, termasuk Acin. Bisnis judi Acin disinyalir tetap melenggang hingga Ito mendapat promosi jabatan sebagai Kapolda Sumatera Selatan dengan pangkat Irjen Pol.

Jabatan Kapolda Riau yang ditinggalkan Ito kemudian diisi oleh Brigjen Sutjiptadi. Sedangkan Kapoltabes Pekanbaru dipegang Kombes Syafril Nursal dengan Kasat Reskim, AKP Truno Yudo. Pada awal tahun 2008, Truno Yudo naik pangkat Kompol dan mendapat jabatan Wakapolres Bengkalis.

Sama seperti di era Ito, saat Sutjiptadi menjabat sebagai Kapolda Riau pun bisnis haram Acin tidak terusik. Acin tetap bisa leluasa menggelar bisnis judinya dengan omzet luar biasa besarnya.

Batu sandungan bagi Acin baru datang ketika Sutjiptadi digantikan oleh Brigjen Pol Hadiatmoko. Pada Oktober 2008, sarang perjudian Acin di Jl Tanjung Datuk digerebek. Polisi menyita ratusan nomor rekening milik Acin dan menetapkan Acin serta puluhan anggota komplotannya sebagai tersangka. Sepak terjang Acin kini terhenti di sel tahanan Polda Riau.

Belakangan, Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap 6 perwira tingginya terkait beking judi di Riau. Identitas keenamnya tidak disebutkan secara gamblang. Mabes Polri hanya menyebut mereka terdiri dari 3 Kapolda dan 3 Wakapolda.

"Nama-namanya yang berhak lebih berkepentingan kami, bukan kalian (pers). Ada 3 Kapolda dan 3 Wakapolda yang dulunya masih berpangkat komisaris besar," kata Inspektur Pengawasan Umum Mabes (Irwasum) Polri Komjen Pol Jusuf Manggabarani.

Ito Sumardi yang dikonfirmasi detikcom membantah dirinya menjadi beking judi di Riau. Dia mengaku tidak pernah menerima sepeser pun setoran dari para bandar judi. Dia juga menegaskan tidak saling kenal dengan Acin.

"Demi Allah saya tidak tahu, itu (jadi beking judi) karangan. Waktu jadi Kapolda Riau saya memberantas judi dan illegal logging. Masa saya main-main di sana dan kemudian dapat bintang dua," tukasnya. (cha/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads